Mengatasi rasa jenuh saat menulis
Cara Mengatasi Rasa Jenuh Saat Menulis
Gambar: Freepik.com

Mengatasi rasa jenuh saat menulis itu sejatinya mudah. Tidak peduli sebesar apa pun passion kita dalam bidang menulis, kejenuhan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Salah satu pemicunya adalah rasa lelah yang dialami otak. Bila tidak cepat diatasi, dikhawatirkan akan menimbulkan situasi writer’s block atau macet ide. Apalagi jika kamu bekerja pada jasa penulis artikel SEO. Wah, bisa telat deadline nanti pekerjaan yang kamu ambil. Nah, berikut ini ada beberapa cara mudah untuk mengusir kepenatan tatkala menulis.

Putar Playlist Lagu Favorit

Mendengarkan lagu bisa membantu untukmerelaksasi otak, lho. Jadi, dengan memutar daftar lagu kesukaan, bisa membantudalam mengatasi rasa jenuh saat menulis,sebab otak yang semula tegang karena digunakan berpikir dapat menjadi relaksdan segar kembali. Pastikan memutar musik dengan volume yang tepat, janganterlalu kencang, agar tidak berubah menjadi sumber distraksi dan merusakpendengaran.

Menonton Sebagai Selingan

Cara Mengatasi Rasa Jenuh Saat Menulis

Jika sudah merasa benar-benar bosan dalampertengahan menulis sesuatu, sebaiknya jeda sesaat kegiatan tersebut. Tidak adasalahnya untuk melakukan sedikit aktivitas metime dengan menonton film atau serial favorit untuk menyegarkan otak. Dalamhal ini, film lebih direkomendasikan, karena durasinya relatif singkat.Sementara untuk serial, dikhawatirkan justru menimbulkan rasa malas dan justrumenjadi tidak efektif sebagai pengusir kejenuhan.

Makan

Meskipun makan merupakan kebutuhan wajibmanusia, tapi aktivitas yang satu ini juga salah satu metode ampuh mengatasi rasa jenuh saat menulis, lho.Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa mengembalikan energi yangterkuras selama proses menulis sehingga nutrisi otak tercukupi dan mampumemproduksi ide-ide baru kembali. Asal jangan terlalu kenyang saja saat makansupaya tidak menjadi mengantuk.

Coffee Break

Ada yang bilang, kopi itu ibarat sahabatsetia penulis. Hal itu disebabkan oleh aroma kopi yang telah diseduh memilikipengaruh besar pada reseptor indra penciuman di mana selanjutnya dapatmelemaskan syaraf yang tegang, termasuk otak, sehingga tubuh menjadi relakssepenuhnya. Jadi, ketika rasa jenuh menyapa saat sedang menulis, tidak adasalahnya untuk pergi sebentar guna menikmati secangkir kopi.

Pindah Tempat Menulis

Bisa jadi kejenuhan yang muncul timbul olehrasa sesak karena berada di tempat yang sama dalam jangka waktu lama. Kalau itumasalahnya, solusinya pun mudah. Cari saja spot lain yang nyaman untuk menulis.Suasana baru secara otomatis akan mengusir rasa jenuh yang sebelumnya membuattulisan terhenti di tengah jalan.

Membaca

Mengatasi rasa jenuh saat menulis sekaligus mencari inspirasi baru dapat dilakukan dengan meluangkan waktu untuk membaca buku di sela-sela menulis. Pilih tema bacaan yang tidak terlalu berat agar tidak menambah stres yang terlanjur melanda. Selain buku, bisa juga memanfaatkan media alternatif lain seperti koran, majalah, bahkan komik. Hati-hati, ya, jangan sampai terlena oleh objek yang dibaca sampai lupa untuk melanjutkan lagi tulisan.

Tidur atau Istirahat Sejenak

 Langkahterakhir untuk menyingkirkan rasa penat ketika menulis adalah denganmengistirahatkan tubuh, bisa sekadar berbaring atau tidur sejenak. Denganmerebahkan tubuh tanpa melakukan aktivitas lain selama beberapa saat, otak punakan kembali fresh untuk kemudiansiap digunakan ‘bertempur’ kembali. Jika memang ingin tidur tapi memilikitenggat tulisan, minta bantuan orang lain untuk membangunkan atau pasang alarm.

Ternyata tidak sulit bukan untuk mengusirkebosanan yang hinggap ketika kita sedang menulis!? Jadi, dari ketujuh metodedi atas mana yang paling ampuh dalam mengatasirasa jenuh saat menulis kamu?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *